Ada hal-hal yang tidak perlu dikatakan untuk diketahui, seperti saat kau menyayangi seseorang ataupun membencinya. Tanpa kau katakan, hal itu dapat tergambar jelas lewat hatimu.
Ketika kau ingin merubah situasi,
Ketika kau ingin menyampaikan hal-hal yang terkait dengan emosimu,
Ketika kau ingin mengatakan bahwa kau peduli,
Atau ketika kau ingin seseorang berubah menjadi lebih baik,
Seringkali apa yang kau maksudkan tidak jelas tergambar oleh orang yang kau ingiinkan,, bahkan tidak jarang malah disalah persepsikan.
Tidak apa.
Hal itu tidak akan menjadi masalah yang terlalu memberatkanmu ketika kau menyampaikan semua maksud baikmu dengan tulus.
(“Melayani dengan tulus adalah bahasa yang dapat dilihat orang buta dan didengar orang tuli”)
Hanya saja, jagalah kendali atas dirimu.
Saat tindak-tandukmu membuat resah orang lain, tanyakan kembali pada hatimu.
Inikah yang ku inginkan?
Beberapa orang mengatakan,
“Harus ada yang terluka untuk membuat orang lain bahagia”
Apa kau setuju?
Apapun jawabanmu, itu adalah hakmu dalam menentukan pilihan.
Namun maukah kau mendengar jawabanku?
Setiap orang ingin bahagia.
Bukan berarti pula harus ada yang terluka.
Bahkan “cara terbaik untuk menggembirakan diri sendiri adalah dengan menggembirakan orang-orang lainnya.” -Mark Twain-
Meskipun terkadang kau harus mengorbankan banyak hal untuk kebahagian orang lain, itu bukanlah alasan.
“cinta itu buta” tetapi “cinta itu menghidupkan”
percaya atau tidak, saat kau pikir seseorang begitu bodoh mengorbankan dirinya untuk orang yang ia sayang, aku rasa mungkin kau salah.
Orang bodoh itu akan mendapat hal yang jauh lebih besar dibanding apa yang dikorbankannya, yaitu sesuatu yang aku sendiripun tidak dapat mendeskripsikannya dengan kata-kata.
“Perasaan itu penuh dengan kehangatan, kekuatan dan sumber kehidupan.”
–Masashi Kishimoto-
Orang-orang yang mudah bahagia selalu sadar sepenuhnya,
“Bukan bahagia yang menyebabkan seseorang bersyukur, namun bersyukurlah yang menyebabkan seseorang menjadi bahagia”
jadi mereka tidak akan pernah takut kehilangan karena mereka tahu bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan.
Rasakan saja. Buatlah orang lain bahagia, kemudian sentuh hatimu sendiri. Kau akan tau bagaimana hal itu dapat memberi kehidupan bagi beberapa orang.
Jika kau tetap belum dapat merasakannya maka inilah yang kulakukan, akan kubuktikan padamu bahwa hati itu luas tak berbatas.
Akan tetapi, Tahukah kau?
Ada hal yang tidak dapat kau ganggu gugat atas diri seseorang.
Kau dapat mencoba merubah pandangannya,
Kau dapat mencoba merubah perilakunya,
Kau dapat mencoba merubah hatinya,
Tetapi keputusan akhirnya tetap berada di tangan dia.
Ada orang lain yang tampak sangat bodoh dan keras kepala di hadapanmu,
sekalipun kau menginginkan kebaikan untuknya atas nama rasa sayangmu padanya,
sekalipun kau berusaha sekuat yang kau bisa untuk merubahnya,,
keputusan mengenai bagaimana ia menjalani hidupnya (BAHKAN SAAT IA MEMUTUSKAN UNTUK MATI SEKALIPUN), itu adalah kehendaknya. Bukan kehendakmu.
Yang bisa kau lakukan hanya tinggal berdo’a agar Sang Pemilik Hati mau bermurah hati membalikkan hati orang tersebut.
Jika tetap tidak terjadi apapun? Maka memang begitulah adanya.
Terima saja.
Dengan begitu kau bisa belajar lebih banyak, dan itu jauh lebih baik ketimbang mengutuk dirimu sendiri.
by : nuraini rahmawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar